Irigasi Diperbaiki, Petani Indramayu Siap Panen Melimpah!
Indramayu - Kementerian Pertanian melalui BRMP Jawa Barat terus bergerak cepat menjaga ketersediaan air sawah. Tim turun langsung ke Kabupaten Indramayu pada Selasa-Rabu (9-10/06/2026) untuk memverifikasi usulan Rehabilitasi Jaringan Irigasi (RJIR). Mengingat wilayah Indramayu yang luas dan jarak antar lokasi yang berjauhan, pengecekan lapangan dilakukan dengan metode sampling agar proses lebih cepat dan efisien. Uji petik ini menyasar 11 Kelompok Tani (Poktan) di enam kecamatan, yakni Cantigi (1 Poktan), Pasekan (1 Poktan), Widasari (3 Poktan), Terisi (3 Poktan), Jatibarang (2 Poktan), dan Sliyeg (1 Poktan).
Verifikasi ini adalah angin segar yang menjawab kebutuhan krusial akan air di lapangan. BRMP Jabar memastikan kelayakan teknis usulan perbaikan irigasi agar bantuan bisa segera dieksekusi dan tepat sasaran. Melalui perbaikan infrastruktur ini, distribusi air dipastikan akan mengalir lancar dan adil hingga ke petak sawah paling ujung. Hal ini secara signifikan menekan risiko gagal panen akibat kekeringan, sehingga petani bisa mulai masa tanam dengan tenang tanpa dihantui krisis air.
Dampak jangka panjang dari perbaikan irigasi ini akan langsung mendongkrak denyut nadi ekonomi warga. Dengan pasokan air yang stabil, petani dapat menambah frekuensi masa tanam (Indeks Pertanaman). Hasilnya, volume panen akan meningkat tajam yang secara otomatis mengerek kesejahteraan keluarga tani. Melalui gerak cepat ini, BRMP Jawa Barat memastikan pemerintah hadir merawat infrastruktur dasar pertanian, menjaga kokohnya status Indramayu sebagai lumbung pangan nasional, serta mengamankan pasokan beras bagi seluruh masyarakat.